Petinggi Leicester Optimis Vardy Tetap Bertahan

jamie vardy

Pejabat tinggi Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, yakin betul jika penggawa bintangnya, Jamie Vardy tidak akan tergiur ke klub lain pada bursa transfer musim panas nanti.

Di kancah Liga Primer Inggris musim lalu Vardy mendulang 24 gol sekaligus menginspirasi The Foxes memenangi titel kompetisi tertinggi Inggris itu untuk kali pertama sejak 132 tahun.

Produktivitas Vardy lantas mengundang ketertarikan dari klub lain untuk menggotongnya dari King Power Stadium. Klub asal London, Arsenal, kabarnya klub paling berpeluang merekrut Vardy dengan banderol sebesar 20 juta euro.

Akan tetapi Aiyawatt membantah rumor itu dan sangat yakin jika Vardy yang sekarang tengah menjalani tugas negara bersama tim nasional Inggris di Piala Eropa 2016 bakal tetap bertahan di Leicester.

“Anda bakal melihat perkembangannya secepat mungkin, namun saya pikir dia akan bertahan,” dilasir Soccerway.

“Saya rasa begitu, kami ingin membangun skuat. Kami ingin tetap meneruskan kepercayaan untuk melakukan sesuatu yang istimewa di Liga Primer dan Liga Champions. Liga Champions bakal luar biasa bagi Leicester, maka kita akan lihat. Leicester tim underdog dan akan terus menjadi underdog,” terusnya.

Disamping Vardy, bintang Leicester lain yang juga jadi properti panas ialah Riyad Mahrez dan N’golo Kante.

Bintang Leicester City Dirikan Akademi Sepakbola

jamie vardy

jamie vardy

Striker tumpuan Leicester City, Jamie Vardy, ingin membantu negaranya menciptakan pemain muda berbakat dengan membangun sebuah akademi sepakbola. Pemain yang baru saja mengantarkan timnya juara Liga Primer Inggris ini membuka akademi sepakbola bernama V9.

Dilaporkan oleh Foxsport, Vardy ingin pemain potensial yang tak berasal dari liga bisa mengikuti jejaknya. Disamping itu, Zig Zag Productions bersepakat dengan Vardy untuk membuat film dokumenter soal perkembangan sekolah akademi V9.

Nantinya film dokumenter itu akan diberi judul ‘Jamie Vardy’s Having an Academy’, yang mana film itu nanti dibagi menjadi tiga seri yang tiap serinya berdurasi 60 menit.

Tim bakal mengikuti pemain berusia 24 tahun itu mencari pemain berbakat, serta memberikannya pelatihan profesional yang pas guna membantu pemain muda. Vardy sejatinya punya pengalaman tak mengenakkan sebelum menjadi pemain profesional seperti sekarang ini.

“Saya diberitahu jika postur tubuh saya terlalu kecil dan fisik saya tak siap untuk mendapat beasiswa. Saya tak merasa siapa saja bisa berkata bahwa mereka cukup bagus pada usia 15 atau 16 tahun, saat mereka masih punya tahun demi tahun untuk tumbuh dan berkembang, itulah alasan saya,” kata Vardy.

Ia berharap nanti bisa menemukan seseorang dengan potensi lebih dari biasa-biasa saja. Enam tahun silam, orang di luar sana tak tahuJamie Vardy karena dia cuma tampil untuk tim divisi tujuh Inggris.

Bahkan Vardy terpaksa bekerja di sebuah pabrik guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun kini peruntungannya sudah berbeda. Dia telah mengkoleksi 24 gol, memenangi komptisi Liga Primer Inggris bersama The Foxes dan bersaing dalam gelar top skorer.