Inter dan AC Milan Siap Kawin Silang Pemain?

Franck Kessie dan Matteo Politano

Berita bola terbaru – Klub sekota besar Serie A Italia, Inter Milan dan AC Milan disebut tengah melakukan pembicaraan khusus dalam bahasan besar jelang bursa transfer Januari 2020 ini. Usut punya usut, pembicaraan ini menyudut pada rencana tukar pemain antara Franck Kessie dan Matteo Politano.

Kessie yang sampai saat ini masih berstatus resmi milik Milan memang tengah menjadi perbincangan panas publik Italia, hal ini tidak lepas dari banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa dirinya akan meninggalkan San Siro di musim dingin 2020.

Berbeda dengan Kessie, Politano lebih biasa-biasa saja karena pada kenyataannya dia lebih sering berada di bangku cadangan alias tidak masuk dalam rencana besar Antonio Conte selaku pelatih baru Inter Milan di musim ini.

Sejauh ini, Politano baru mencatatkan 14 kali bermain di semua pertandingan. Dan sepertinya, kedua pemain tersebut akan saling bertukar seragam. Semuanya berawal dari ketertarikan Milan terhadap Politano yang melihat bahwa ada kecocokan soal permainannya terhadap tim.

Ketertarikan Milan terhadap Politano memang sudah terjadi cukup lama, namun masalah jumlah transfer menjadi kendala besar karena Milan beranggapan Inter mematok harga jual Politano terlampau tinggi. Dalam hal ini Inter mematok harga berkisar 20-25 juta euro bagi siapapun yang menginginkan jasanya.

Beranggapan mahal, Milan pun mencari cara lain dan menemukan cara baru serta berpotensi terjadi di musim dingin bulan Januari 2020 ini. Sistem pertukaran bisa jadi paling masuk akal, karena Inter sendiri belakangan dikabarkan sedang membutuhkan tambahan tenaga di lini tengahnya.

Sejumlah nama besar untuk mengisi posisi lini tengah pun bermunculan mulai dari Arturo Vidal yang sekarang membela Barcelona dan pemain Tottenham Hotspur, Christian Eriksen. Kini masih menunggu soal hasil negoisasi rencana pertukaran tersebut, dan dilanjutkan bahwa akan menghadirkan hasil keputusan dalam waktu dekat.

Beberapa media asing sudah melebarkan beritanya dengan meyakini bahwa rencana transfer ini akan berhasil. Media tersebut mengatakan bahwa gagasan ini bakalan segera terlupakan dalam waktu cepat. Inter berada di garis terdepan, karena tidak takut kehilangan potensi minat dari klub luar terhadap jasa Politano.

Dalam hal Politano, Napoli dan Fiorentina, dikabarkan siap untuk menampung eks Sassuolo tersebut andai harga yang dikeluarkan cocok dengan kantong kedua tim papan tengah Serie A tersenbut.

Inter Kalah, Mancini Salahkan Wasit

inter milan vs torino

Misi Inter Milan untuk finis di posisi ketiga atay zona akhir Liga Champions kian sulit. I Nerazzurri harus kandas di tangan Torino dengan skor 1-2 ketika berain di Giuseppe Meazza pada Senin 04 Maret dini hari.

Sempat memimpin lebih dahulu pada menit 17, Inter malah pulang tanpa poin. Il Toro berhasil melakukan comeback dengan mencetak dua gol balasan masing-masing melalui Cristian Molinaro di menit 55 dan penalti Andrea Belotti di menit 73.

Arsitek Inter, Roberto Mancini, tak terima dengan hasil akhir. Dia pun menyoroti kinerja pengadil lapangan, Marco Guida.

Mancini kecewa lantaran La Beneamata harus tampil dengan 9 orang di pertengahan babak kedua. Joao Miranda mendapat dua kartu kuning dan disusul kartu merah langsung Yuto Nagatomo di menit 72.

“Rasanya sangat aneh, tiap kali kami tampil di kandang, selalu saja mendapat kartu merah dan penalti untuk tim lawan. Kartu kuning kedua untuk Miranda itu tidak salah, namun kartu kuning pertama tidak pantas. Bola mengenai bahunya, maka jelas itu bukan handball,” kata Mancini seperti dilansir Sky Sport Italia.

“Juga soal kartu merah Nagatomo, itu sangat tak masuk akal. Kalian sendiri bisa melihatnya dari jauh apabila striker Torino, Andrea Belotti mencari kontak dengan Nagatomo. Terdapat lima petugas pertandingan namun tak satupun dari mereka melihat itu sebagai diving,” lanjut mantan pelatih Manchester City dan Galatasaray ini.

Akibat kejadian tersebut, Torino pun mendapatkan hadiah penalti. Belotti yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Soal sanksi penalti, Mancini pun mengakui timnya tak pantas mendapat penalti.

“Juga saya akui jika penalti kami akibat kesalahan sendiri, karena pemain tak bisa menahan lengannya di saat terjatuh. Dalam pandangan saya, dua penalti ini tidak pantas diberikan,” jelasnya.

Hasil ini membuat Inter belum beranjak di peringkat lima dengan 55 poin dari 31 pertandingan.

Inter Tepis Rumor Mancini ke Arsenal

roberto mancini

Belum lama ini, pelatih Inter milan, Roberto Mancini dirumorkan dengan tim Liga Premier, Arsenal. Akan tetapi, Internazionale percaya sang pelatihnya tidak akan pergi dari mereka.
Berdasarkan laporan dari Corriere dello Sport hari Selasa 22 Maret 2016, Arsenal dikatakan masih mempertimbangkan keputusannya dengan manajernya yang telah bersama The Gunners sejak tahun 1996, Arsene Wenger. Wenger dapat dikatakan telah gagal membawa Arsenal untuk meraih trofi di musim ini padahal pihak klub sendiri sudah memboyong pemain bintang seperti Petr Cech, Mesut Ozil, dan Alexis Sanchez. Ini merupakan suatu tekanan berat bagi Wenger yang sudah lama berbakti kepada Arsenal.

Kabarnya, Roberto Mancini digosipkan akan menggantikan Wenger apabila Wenger benar-benar hengkang dari Arsenal di akhir musim ini. Mancini sendiri memang sudah terbukti kualitasnya, ia pernah memboyong tiga gelar untuk Manchaster City saat musim 2009 hingga 2013.

Meskipun begitu, Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti memberikan komentarnya terhadap rumor tersebut. Ia juga memastikan Mancini tidak akan kemana-mana justru akan tetap bersama dengan Inter hingga musim depan.
“Saya bisa melihat jelas dengan cara Roberto bersikap terhadap klub, ia masih ingin berada di Intermilan,” kata Javier Zanetti pada Soccerway.
“Saat ini kami hanya memfokuskan tim kami hingga akhir musim, kami tidak berpikir ke yang lain-lain karena musim ini cukup berat. Meskipun begitu, kami tetap melangkah maju karena kami memiliki apa yang kami butuhkan,” ucap Zanetti.

Internazionale saat ini berada di peringkat kelima dengan meraih jumlah 55 poin. Sedangkan Juventus yang berada di puncak klasmen sudah mengemas 70 poin. Musim ini akan menjadi sangat sulit bagi Inter mengingat mereka ketinggalan cukup jauh dari posisi puncak. Namun Inter masih memiliki peluang untuk memperbaiki kursi klasmennya di sisa pertandingan yang mereka miliki.