Bayern Munich Ikut Buru Miralem Pjanic

Miralem Pjanic

Carlo Ancelotti sudah bersiap-siap menyusun rencana sebelum betul-betul mengarsiteki Bayern Munich musim depan. Dia telah menentukan beberapa pemain buruan untuk memperkuat skuatnya.

Salah satu pemain yang diinginkan Don Carletto adalah gelandang kreatif milik AS Roma, Miralem Pjanic. Seperti dilansir Football Italia, eks pelatih Real Madrid tersebut bahkan sudah menghubungi Pjanic secara langsung.

Pria yang mengantarkan Madrid memenangi Liga Champions dua musim lalu itu melancarkan rayuan maut terhadap Pjanic agar bersedia menerima tawaran Die Roten. Bahkan dirinya sudah memberi garansi di skuat utama untuk pemain asal Bosnia Herzegovina tersebut.

Cukup masuk akal memang karena klub yang bermukim di Allianz Arena itu sedang butuh calon pengganti bagi Xabi Alonso yang penampilannya mulai menurun lantaran termakan usia.

Masalah lain pun puncul, yakni Giallorossi sebagai pemilik sah tentu takkan begitu saja menjual pilar utamanya dengan harga murah. Menurut isu yang beredar, Roma mematok harga sebesar 40 juta euro kepada dimana itu adalah klausul pelepasannya.

Tidak hanya Bayern satu-satunya peminat si pemain. Chelsea yang musim depan mulai dilatih Antonio Conte berniat memakai jasanya.

Alonso Sebut Guardiola Sebagai Pelatih Yang Melampaui Batasnya

xabi alonso

Xabi Alonso, gelandang Bayern Munchen ini menyatakan dirinya sangat mengagumi pola pikir dari pelatihnya, Pep Guardiola. Menurutnya, Guardiola memiliki pemikiran yang justru diluar pengalamannya. Alonso menilai hal tersebut berdasarkan racikan taktik yang dibuat oleh Guardiola.

Musim ini merupakan musim ketiga bagi Guardiola bersama dengan Munchen. Di dua musim sebelumnya Guardiola berhasil meraih dua gelar yaitu Bundesliga dan juga DFB-Pokal. Lalu pada musim ini Munchen juga masih memiliki performa yang baik di Bundesliga maupun di Liga Champions. Peluangnya cukup besar untuk meraih gelar liga ketiga dan juga dengan treble winner.

Guardiola akan beralih ke Liga Premier setelah kontraknya dengan Munchen selesai. Ia akan bergabung dengan Manchaster City. Alonso sendiri juga menilai hal tersebut akan memberikan dampak bagi Manchaster City. Karena tipe pelatih seperti Guardiola akan membuat pemain City merasa sulit untuk mencerna kemauannya. Namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama.

Kesulitan tersebut dinilai Alonso sebagai sesuatu yang wajar terjadi, karena memang Guardiola memiliki ide dan taktik yang melampaui batasnya. Meskipun begitu Guardiola nantinya akan tetap memberikan keuntungan bagi Manchaster City.

“Pep memiliki tuntutan yang tinggi baik terhadap dirinya maupun timnya. Namun jika nanti anda sudah mengerti kemauannya, maka cara tersebut akan sanggup kami mainkan,” ujar Alonso dilansir Sky Sports.

“Pep lebih menyukai timnya yang mengatur permainan, karena menurutnya hal tersebut akan membuat tim memiliki gaya tersendiri untuk memenangkan pertandingan. Selama ia bersama kami, ia berhasil membuat suatu gaya bermain. Akan ada banyak pemain yang menjadi berkembang, hal tersebut pasti akan berguna nantinya,” ucapnya.

Guardiola disebut sebagai seorang pelatih yang mengutamakan penguasaan bola dan juga pengertian terhadap ruang bermain. Dan sampai saat ini cara Guardiola pun berhasil baik dengan Barcelona maupun dengan Munchen.
Dalam enam musim melatih, Guardiola telah mengemas 19 trofi. Pelatih asal Barcelona ini juga memiliki persentase kemenangan sebanyak 70 persen lebih. Ketika bersama Barca, persentasenya adalah 72,4 persen dan di Munchen sampai saat ini sudah 75,34 persen.