Spurs Akan Memberikan Tekanan Besar Pada Leicester Demi Gelar Liga Premier

tottenham hotspur

Tertinggal dari Leicester City untuk perebutan gelar Liga Premier, Tottenham Hotspur dibilang masih memiliki peluang untuk mengubah situasi pada saat tandang ke Liverpool.

Spurs kini masih berada di posisi kedua klasemen Liga Inggris, terpaut lima poin dari Leicester yang berada di puncak klasemen. Dengan kondisi seperti ini, Leicester jelas menjadi unggulan untuk juara mengingat mereka hanya menyisakan tujuh pekan dalam musim ini.

Namun Hotspur diyakini dapat mengubah keadaan jika bisa membuat Liverpool bertekuk lutut di Anfield, Sabtu (2/4/2016) malam WIB akhir minggu ini. Hasil tersebut dikatakan oleh mantan pemain Liverpool sekaligus juga mantan pemain Spurs, Jamie Redknapp, bahwa Liverpool akan memberikan tekanan besar kepada Leicester.

Di minggu ini Spurs akan bermain terlebih dahulu, sehingga tambahan tiga poin akan memangkas jarak menjadi cuma dua angka. Sementara Leicester baru akan melakukan pertandingan melawan Southampton pada Minggu (3/4) malam. Ini yang dimaksud oleh Redknapp.

“Jika mereka bertandang ke Liverpool dan memenangkan pertandingan, saya pikir mereka bisa saja jadi favorit untuk juara. Karena dengan kemenangan tersebut akan memberikan tekanan besar kepada Leicester,” ucap Redknapp di talkSPORT.

“Jika sebaliknya Liverpool mengalahkan mereka, maka Leicester akan memperoleh sedikit ruang lagi untuk bergerak.”

“Apa yang manajernya Spurs, Mauricio Pochettino, lakukan pada timnya itu adalah sangat luar biasa. Karena sejujurnya, tim tersebut berada di luar pemikiran saya pada tahun ini. Saya pikir mereka akan sulit untuk berada empat besar,” imbuhnya yang dilansir Sports Mole.

Asuhan Pelatih asal Argentina di Spurs ini memang telah menuai banyak pujian di musim ini. Bermodalkan pemain yang rata-rata usia paling muda yakni 24,8 tahun, Pochettino menjadikan Spurs sebagai calon juara, dan juga jadi tim yang terbaik secara pertahanan dan juga produktif sementara ini.

Kini Spurs merupakan tim yang mencetak gol terbanyak, mereka 56 kali menjebol gawang lawan dan juga hanya kebobolan 24 kali.

Ketimbang Cetak Gol, Neymar Lebih Banyak Dapat Kartu Kuning

neymar

Di Barcelona Catatan gol Neymar Jr ternyata berbanding terbalik dengan di timnas Brasil. Neymar tergolong produktif di La Liga musim ini dengan mencetak 21 gol di Barcelona. Namun, sejak 2015, Neymar justru lebih banyak menyumbang kartu kuning ketimbang mencetak gol di Timnas.

Lima buah kartu kuning telah diterimanya dari 10 pertandingan yang telah dimainkannya dan Neymar hanya mampu mencetak empat gol semenjak 2015. Terakhir dia mendapatkan kartu kuning ketika Selecao bermain imbang atas Uruguay dengan skor 2-2, pada lanjutan babak Kualifikasi zona Conmebol Piala Dunia 2018, pada hari Jumat, 25 Maret 2016.

Pada menit ke 64, Neymar diganjar kartu kuning, atas aksinya yang menekel Alvaro Gonzalez. Tak hanya mendapat kartu kuning kelima, Neymar pun mendapat sanksi skorsing satu pertandingan, yaitu ketika melawan Paraguay yang digelar di Defensores del Chaco pada Rabu, 30 Maret 2016.

Media Brasil yang menelusuri lebih jauh menyebutkan, bahwa sejak Dunga mengambil alih Brasil untuk yang kedua kalinya, Neymar telah mendapat kartu kuning lebih banya dibanding mencetak gol. Lima partai resmi telah dihilangkan oleh ikon Barcelona tersebut.

Ditelusuri lebih jauh, media Brasil menyebutkan Neymar mendapat kartu kuning lebih banyak dari gol sejak Dunga mengambil alih Brasil untuk kedua kalinya. Ikon Barcelona itu telah kehilangan lima partai resmi.

Jumlah tersebut belum termasuk kartu merah yang didapatkannya saat menelan kekalahan atas Colombia dengan skor 0-1 pada Copa America 2015 yang digelar pada 17 Juni 2015. Kartu merah tersebut juga membuat ia mendapat empat larangan pertandingan. Neymar mendapat kartu merah setelah dia menendang bola ke Pablo Armero sebelum menanduk Jeison Murillo usai Enrique Osses, sang wasit meniup pluit panjang yang bertanda pertandingan berakhir.

Banyak dugaan yang menyatakan jika Neymar sengaja mendapat kartu kuning agar dapat berhenti mengikuti pertandingan internasional. Dan memiliki waktu istirahat banyak agar dapat tampil segar ketika tampil di pertandingan Barcelona melawan Real Madrid di El Clasico.

Alonso Sebut Guardiola Sebagai Pelatih Yang Melampaui Batasnya

xabi alonso

Xabi Alonso, gelandang Bayern Munchen ini menyatakan dirinya sangat mengagumi pola pikir dari pelatihnya, Pep Guardiola. Menurutnya, Guardiola memiliki pemikiran yang justru diluar pengalamannya. Alonso menilai hal tersebut berdasarkan racikan taktik yang dibuat oleh Guardiola.

Musim ini merupakan musim ketiga bagi Guardiola bersama dengan Munchen. Di dua musim sebelumnya Guardiola berhasil meraih dua gelar yaitu Bundesliga dan juga DFB-Pokal. Lalu pada musim ini Munchen juga masih memiliki performa yang baik di Bundesliga maupun di Liga Champions. Peluangnya cukup besar untuk meraih gelar liga ketiga dan juga dengan treble winner.

Guardiola akan beralih ke Liga Premier setelah kontraknya dengan Munchen selesai. Ia akan bergabung dengan Manchaster City. Alonso sendiri juga menilai hal tersebut akan memberikan dampak bagi Manchaster City. Karena tipe pelatih seperti Guardiola akan membuat pemain City merasa sulit untuk mencerna kemauannya. Namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama.

Kesulitan tersebut dinilai Alonso sebagai sesuatu yang wajar terjadi, karena memang Guardiola memiliki ide dan taktik yang melampaui batasnya. Meskipun begitu Guardiola nantinya akan tetap memberikan keuntungan bagi Manchaster City.

“Pep memiliki tuntutan yang tinggi baik terhadap dirinya maupun timnya. Namun jika nanti anda sudah mengerti kemauannya, maka cara tersebut akan sanggup kami mainkan,” ujar Alonso dilansir Sky Sports.

“Pep lebih menyukai timnya yang mengatur permainan, karena menurutnya hal tersebut akan membuat tim memiliki gaya tersendiri untuk memenangkan pertandingan. Selama ia bersama kami, ia berhasil membuat suatu gaya bermain. Akan ada banyak pemain yang menjadi berkembang, hal tersebut pasti akan berguna nantinya,” ucapnya.

Guardiola disebut sebagai seorang pelatih yang mengutamakan penguasaan bola dan juga pengertian terhadap ruang bermain. Dan sampai saat ini cara Guardiola pun berhasil baik dengan Barcelona maupun dengan Munchen.
Dalam enam musim melatih, Guardiola telah mengemas 19 trofi. Pelatih asal Barcelona ini juga memiliki persentase kemenangan sebanyak 70 persen lebih. Ketika bersama Barca, persentasenya adalah 72,4 persen dan di Munchen sampai saat ini sudah 75,34 persen.

Courtois Bimbang Soal Masa Depannya di Chelsea

thibaut courtois

Thibaut Courtois, kiper utama miliki Chelsea ini diklaim tengah merasa bimbang mengenai masa depannya di Stamford Bridge. Dengan situasi the Blues yang akan kehilangan tempat di kompetisi Liga Champions pada musim depan, tak ayal hal inipun membuat kiper tersebut merasa khawatir.

Menurut laporan yang dilansir dari Football Espana pada hari senin, 28 Maret 2016, penawaran yang datang untuk Courtois akan di pertimbangkan olehnya. Sampai saat ini, banyak yang menyebutkan bahwa dua tim raksasa Spanyol yaitum Barcelona dan Real Madrid sangat tertarik untuk merekrut kiper internasional milik Tim Nasional Belgia tersebut.

Dikabarkan jika Barcelona tengah mencari pengganti Marc-Andre ter Stegen, dikarenakan dia selalu menjadi pilihan kedua, dirinya pun mengaku ingin hengkang dari Camp Nou. Begitu pun dengan Real Madrid yang kini mengincar Courtois, karena Los Blancos telah melupakan David de Gea.

Ketika ditanya perihal masa depannya di The Blues, kiper ini menyebutkan jika dirinya memiliki keinginan dapat meraih trofi pada setiap musim yang dijalaninya. Sisa masa kontraknya pun masih ada sekitar tiga tahun lagi bersama Chelsea.

“Saya tak menyebut iya namun juga tak menyebut tidak. Pada setiap musim saya hanya selalu ingin meraih trofi. Tiga tahun masa kontrak masih saya miliki. Apa yang menjadi keinginan klub, kita juga harus dapat melihatnya.” Tutur Courtois.

Pada musim 2014-2015, Courtois kembali ke The Blues dan menjadi kiper utama, usai menjalani masa peminjamannya di Atletico Madrid yang sukses. Dirinya juga telah membantu Chelsea meraih gelar di Liga Primer, serta berhasil menyingkirkan Petr Cech dari posisinya dan pada akhirnya Cech memutuskan untuk pindah klub ke Arsenal.

Cristiano Ronaldo Ingin Cristiano Jr Menjadi Seperti Dirinya

cristiano ronaldo

Cristiano Ronaldo memiliki harapan besar untuk anaknya Cristiano Jr. Ia ingin anaknya bisa mengikuti kariernya sebagai pemain sepak bola top nantinya. Meskipun begitu, Ronaldo tetap menyerahkan keputusan tersebut kepada anaknya.
Anak Ronaldo yang berumur lima tahun ini pernah disebut sebagai anak dari hubungan satu malam Ronaldo dengan salah satu pramusaji restoran di Amerika Serikat.

Anaknya kini tinggal bersama sang nenek yang bernama Dolores Aveiro. Ia dikatakan selalu mengikuti gaya yang dilakukan oleh Ronaldo baik dalam bermain sepak bola dan juga gaya berpakaiannya.

Setelah melihat anaknya yang bertumbuh besar, Ronaldo menjadi yakin bahwa Cristiano Jr memiliki potensi untuk menjadi pemain sepak bola top nantinya. Oleh sebab itu, Ronaldo juga kini mulai mendidik anaknya untuk diarahkan ke jejak yang ia tekuni saat ini. Meskipun begitu, Ronaldo juga tidak akan memaksakan keinginan anaknya apabila ia tidak mau mengikuti jejak ayahnya.

Berdasarkan catatan Zhejiang yang dilansir Soccerway, Ronaldo mengatakan ,”Saya menginginkan anak saya nantinya bisa menjadi pesepak bola. Karena saya sendiri juga adalah pemain sepak bola, saya ingin dia bisa menjadi seperti saya.”

“Dia memang masih balita, namun jika saya melihat kembali dengan karakter yang ia miliki, saya yakin ia memiliki potensi untuk menjadi seorang atlet. Karena di umurnya yang masih lima tahun dia sudah mencintai sepak bola,” ungkapnya

“Dirumah saya menyimpan 30 bola dan ia sangat gemar memainkannya. Meskipun demikian saya tetap tidak akan memaksakan kemauannya bermain bola, semua tergantung dari dirinya lagi. Apapun yang ia inginkan saya akan tetap mendukungnya. Namun keinginan terbesar saya adalah ia mengikuti jejak saya sebagai pemain sepak bola top dunia,” pungkasnya.

Kolombia Menang atas Bolivia

bolivia vs kolombia

Pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona CONMEBOL, Kolombia memenangin pertandingan dengan susah payah. Kolombia menang tipis melawan Bolivia dengan skor 2-3. Sementara pertandingan lainnya Ekuador terhenti usai diimbangin 2-2 oleh Paraguay. Dalam pertandingan kali ini, Kolombia sebenarnya tampil dalam tekanan Bolivia. Bolivia sangat mendominasi pertandingan ini.

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh Soccernet mencatat Bolivia melakukan 22 kali tendangan, 10 kali tendangan mengarah ke arah gawang yang memaksa David Ospina kerja keras untuk menyelamatkan gawangnya dari serangan-serangan Kolombia. Sementara, Kolombia cuma menghasilkan tujuh peluang dimana lima tendangan mencapai sasaran. Dalam penguasaan bola, Kolombia kalah dengan Bolivia. Kolombia menguasai 34% dan Bolivia menguasai 66%.

Biarpun Bolivia mendominasi permainan, tetapi Kolombia berhasil mencetak gol pertama melalui James Rodriguez pada menit ke-10. Gol tercipta berawal dari umpan terarah dari Carlos Bacca diarahkan ke arah James Rodriguez dari dalam kotak penalty. James Rodriguez langsung menendang dengan sangat keras dan menembus gawang Romel Quinonez

Pada menit ke-41, Kolombia berhasil menggandakan keunggulan melalui Carlos Bacca. Gol tercipta berawal dari umpan James Rodriguez diarahkan secara akurat oleh Carlos Bacca. Dengan mudahnya, tendangan kaki kiri Carlos Bacca mengarah ke arah gawang.

Memasuki babak kedua, Bolivia memperkecil ketertinggalan pada menit ke-50 melalui tendangan penalty yang dilakukan oleh Juac Arce. Gol tercipta berawal dari kesalahaan Bek Klolombia yang melakukan hand balls d dalam kotak penalty. Kedudukan berubah menjadi 1-2. Setelah gol dari penalty, Bolivia bangkit dan berhasil menggandakan keunggulan melalui umpan yang diberikan dari sisi kiri berhasil diantisipasi oleh Alejandro Chumacero. Lalu dia membawa sampai dekat di Luar Kotak Penalty. Dan langsung melakukan tendangan yang sangat keras dari luar kotak penalty. Kedudukan berubah menjadi 2-2.

Pada menit-menit terakhir, kolombia berhasil unggul melalui Edwin Cardona. Gol tercipta berawal dari serangan balik yang cepat. Dengan cepat, Marlos Moreno berhasil memberikan umpan terarah ke Edwin Cardona. Dengan tendangan bola voli, dia berhasil menjebol gawang Bolivia. Kedudukan berubah menjadi 2-3 untuk kemenangan Kolombia.

Sampai pertandingan selesai, tidak ada gol yang tercipta. Kedudukan berubah menjadi 3-2. Dengan kemenangan atas Bolivia, Kolombia naik ke posisi enam dengan perolehaan nilai tujuh point dari lima laga yang sudah berlangsung. Sementara itu, Bolivia berada di posisi kedelapan dengan perolehaan nilai tiga poin.

Del Bosque Menepis Rumor Tekanan Dari Tim El Clasico

vicente del bosque

Usai jeda Internasional, pertandingan antara Barcelona dengan Real Madrid akan digelar. El Clasico ini dikatakan telah memberikan tekanan kepada pelatih timnas Spanyol, Vincente del Bosque, untuk tidak memainkan pemain-pemain dari kedua tim karena El Clasico sangat membutuhkan pemain-pemain bintangnya untuk tetap bugar. Meskipun begitu, del Bosque menepis pernyataan tersebut.

Sementara itu, pemain penting timnas Spanyol seperti Sergio Busquets dan Andres Iniesta juga tidak dipanggil oleh del Bosque untuk memperkuat Spanyol. Alasannya adalah Sergio yang kini tengah mengalami cedera jari dan harus beristirahat untuk pemulihannya, sedangkan Iniesta sedang tidak bugar. Kedua pemain ini juga tidak hadir di pertandingan persahabatan.

Dengan keadaan seperti ini, rumor mengenai tekanan dari tim El Clasico kepada del Bosque pun semakin kuat. Namun del Bosque membantah pernyataan tersebut.

“Rumor tersebut tidaklah benar. Tidak ada satupun klub yang menekan kami untuk tidak menurunkan pemain-pemain mereka dalam jeda Internasional ini,” kata Del Bosque yang dilansir Soccerway.

“Sama sekali tidak ada klub manapun yang melakukan hal itu. Kami tidak pernah diatur untuk melakukan hal tersebut. Ini cukup membuat saya marah karena kami memang benar-benar tidak menerima tekanan dari manapun,” ujarnya.

Pemain-pemain Barcelona yang turut memperkuat timnas Spanyol adalah Jordi Alba, Gerard Pique, Sergi Roberto, dan Marc Bartra. Sedangkan dari Real Madrid hanya tiga pemain yaitu Isco, Nacho, dan Sergio Ramos.

“Sergio Busquets tidak bergabung dengan kami karena memang ia masih menjalani pemulihan cedera jarinya. Ketika itu Busquets sedang membela Barcelona saat berhadapan dengan Villarreal, sedangkan Andres Iniesta tidak bergabung dengan kami karena kondisinya yang tidak bugar” imbuh del Bosque.

Spanyol pada tanggal 25 Maret 2016 bermain imbang dengan Italia di laga persahabatan jeda Internasional. Ketika itu, Italia sempat memimpin satu gol dibabak kedua oleh Lorenzo Insigne di menit ke-67, namun Spanyol membalasnya dari gol Aritz Aduriz tiga menit setelahnya. Pertandingan pun berakhir imbang dengan skor 1-1.

Inter Tepis Rumor Mancini ke Arsenal

roberto mancini

Belum lama ini, pelatih Inter milan, Roberto Mancini dirumorkan dengan tim Liga Premier, Arsenal. Akan tetapi, Internazionale percaya sang pelatihnya tidak akan pergi dari mereka.
Berdasarkan laporan dari Corriere dello Sport hari Selasa 22 Maret 2016, Arsenal dikatakan masih mempertimbangkan keputusannya dengan manajernya yang telah bersama The Gunners sejak tahun 1996, Arsene Wenger. Wenger dapat dikatakan telah gagal membawa Arsenal untuk meraih trofi di musim ini padahal pihak klub sendiri sudah memboyong pemain bintang seperti Petr Cech, Mesut Ozil, dan Alexis Sanchez. Ini merupakan suatu tekanan berat bagi Wenger yang sudah lama berbakti kepada Arsenal.

Kabarnya, Roberto Mancini digosipkan akan menggantikan Wenger apabila Wenger benar-benar hengkang dari Arsenal di akhir musim ini. Mancini sendiri memang sudah terbukti kualitasnya, ia pernah memboyong tiga gelar untuk Manchaster City saat musim 2009 hingga 2013.

Meskipun begitu, Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti memberikan komentarnya terhadap rumor tersebut. Ia juga memastikan Mancini tidak akan kemana-mana justru akan tetap bersama dengan Inter hingga musim depan.
“Saya bisa melihat jelas dengan cara Roberto bersikap terhadap klub, ia masih ingin berada di Intermilan,” kata Javier Zanetti pada Soccerway.
“Saat ini kami hanya memfokuskan tim kami hingga akhir musim, kami tidak berpikir ke yang lain-lain karena musim ini cukup berat. Meskipun begitu, kami tetap melangkah maju karena kami memiliki apa yang kami butuhkan,” ucap Zanetti.

Internazionale saat ini berada di peringkat kelima dengan meraih jumlah 55 poin. Sedangkan Juventus yang berada di puncak klasmen sudah mengemas 70 poin. Musim ini akan menjadi sangat sulit bagi Inter mengingat mereka ketinggalan cukup jauh dari posisi puncak. Namun Inter masih memiliki peluang untuk memperbaiki kursi klasmennya di sisa pertandingan yang mereka miliki.