Loew Sebut Prancis Unggulan Juara Piala Eropa 2016

joachim loew

Manajer tim nasional Jerman, Joachim Loew, menilai tuan rumah Prancis sebagai unggulan juara yang layak diwaspadai pada turnamen Piala Eropa 2016.

Berbicara soal status unggulan, sejatinya Jerman pun tidak kalah favorit berkat statusnya sebagai pemenang gelaran Piala Dunia dua tahun lalu di Brasil.

Disamping itu ada juga Spanyol yang bermain di Piala Eropa tahun ini dalam usaha merengkuh titel juara ketiga secara beruntun di ajang tersebut.

“Bagi saya tim favorit juara adalah Prancis,” kata Loew kepada DPA.

Dengan status sebagai tuan rumah tentu Prancis tidak akan mendapat tekanan besar dari publiknya sendiri melainkan juga lebih termotivasi dan terinspirasi pada kompetisi musim panas ini.

Loew menyamakan situasi itu kala masih bekerja sebagai asisten pelatih Jerman di Piala Dunia 2006 lalu. Ketika itu Jerman yang tidak difavoritkan justru sukses memanfaatkan momentum euforia untuk mencapai babak empat besar.

“Mungkin hal yang sama bisa lagi terjadi seperti Piala Dunia 2006 di Jerman, sehingga usai laga pertama akan muncul euforia dan energi yang bisa membantu sebuah tim melewati pertandingan-pertandingan berikutnya,” sebutnya.

Loew pun melihat Prancis adalah sebuah kesatuan yang sangat teroganisir dengan sebuah visi bagus, seorang gelandang tangguh, seimbang antara menyerang dan bertahan.

City Bakal Naik Level Bersama Guardiola

pep guardiola

Ketika dilatih Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini, Manchester City telah meraih kesuksesan di kancah domestik. Dengan kedatangan Pep Guardiola, The Citizens pun lantas naik kasta yang lebih tinggi yaitu Eropa.

Semenjak diakuisisi oleh miliarder asal Abu Dhabi tahun 2008 lalu, City pelan-pelan menjadi raksasa baru sebelum akhirnya betul-betul menjadi penguasa Premier League pada 2012 dan 2014.

Di dua periode keberhasilan mereka di Premier League, Mancini dan Pellegrini jadi arsitek The Citizens. Tidak cuma sukses di liga, mereka mampu mengantarkan City berkuasa di ajang Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.

Kendati begitu City tak bisa merealisasikan impian terbesar mereka yaitu menguasai daratan Eropa melalui Liga Champions. Selama delapan musim dipimpin Abu Dhabi United Group, City maksimal baru sampai ke empat besar Liga Champions musim lalu sebelum didepak Real Madrid.

Maka dari itu City pun berupa merangkak ke level lebih tinggi atau setara dengan tim-tim besar seperti Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich, di pentas Liga Champions.

Bekal mereka untuk melakukannya musim depan ialah Guardiola, manajer kondang dengan berbagai prestasi bersama Barca dan Bayern.

“Tentu saja saya bersemangat dengan kedatangan Pep ke tim kami,” ujar Presiden City Khaldoon Al Mubarak kepada City TV.

“Saya menilai Pep merupakan salah seorang pelatih terbaik saat ini, atau malah yang terbaik di era sekarang ini,” sambungnya.

“Kami mendapat pelatih yang menurut saya melambangkan semangat dan komitmen.”

“Dia adalah juara, dia telah terbukti menjadi juara, dia menjuarai gelar di tiap tim yang dilatihnya, rekornya di Bayern Munich, rekornya di Barcelona, saya pikir itu telah membuktikan semuanya.”

Hererra Sudah Tahu Van Gaal Akan Dipecat

ander herrera

Pemain tengah milik Setan Merah Ander Herrera mengaku tak terkejut Louis van Gaal didepak. Namun bagaimanapun juga Herrera tetap mengucapkan terima kasih atas jasa Van Gaal.

Van Gaal terpaksa didepak pada musim kedua dari kontrak tiga tahun sejak menggantikan David Moyes pada 2014. Kegagalan United finis empat besar dan gaya main monoton diyakini jadi faktor terbesar, sekalipun Van Gaal berhasil menyumbangkan gelar Piala FA.

Herrera adalah pemain yang diboyong Van Gaal dari Athletic Bilbao musim panas 2014 lalu. Di bawah kepelatihan manajer Belanda tersebut, Herrera telah memainkan 72 laga dengan sumbangan 13 gol.

“Tak ada yang mengagetkan anda di sepakbola jaman sekarang,” ungkap gelandang Spanyol itu kepada Marca. “United harus berkompetisi di tiap turnamen dan saat mereka kalah, ini merupakan salah satu konsekuensinya.”

“Dalam banyak cara, saya pikir dia telah mengerjakan tugas dengan bagus. Saya berterima kasih karena dia mendatangkan saya dan memberi banyak kepercayaan dalam dua musim di sebuah klub terbesar di dunia.”

Kelanjutan nasib Van Gaal sudah dipertanyakan sejak pertengahan musim 2015-16. Hingga pada akhirnya manajemen United mengumumkan pergantian pelatih ke tangan Jose Mourinho sekitar dua pekan lalu.

“Saat itu memang bukan momen yang nyaman, akan tetapi seluruh pemain bersikap profesional sehingga kami tak membiarkan kabar itu mempengaruhi pikiran ini,” lanjut Herrera.

“Saya harus berkata jika pelatih kuat menghadapi kritik selama ini. Dia tak pernah memperlihatkan tanda-tanda frustasi dan akhirnya kami menjuarai Piala FA. Van Gaal merupakan seorang pria jujur dan selalu mengutamakan Manchester United di atas segalanya,” imbuh dia.

Everton Siap Goda Koeman Dengan Gaji Tinggi

ronald koeman

Everton bersedia mengganjar pelatih Southampton, Ronald Koeman, dengan bayaran dua kali lipat agar mau pindah ke Goodison Park musim panas nanti. The Saints sejatinya menyodorkan kontrak anyar selama dua tahun dengan nominal 2,5 juta pounds atau Rp 48 miliar per tahun untuk Koeman.

Akan tetapi investor baru Everton, Farhad Moshiri, siap menggaji pelatih internasional Belanda itu senilai 6 juta pounds atau sekitar Rp 115 miliar per musim. The Toffes ambar berambisi memakai jasa salah satu pelaih sukses itu.

Ditambah lagi keinginan investor anyar Everton yang mau merekrut pemain dan manajer terbaik untuk musim depan. Apabila Koeman benar-benar ke Everton, maka dirinya bakal menempati daftar empat besar pelatih dengan gaji besar.

Seperti dilaporkan oleh Mirror, bila jadi menukangi Everton, gaji Koeman hanya kalah dari Pep Guardiola, Jose Mourinho dan Arsene Wenger di seantero Premier League. Akan tetapi Koeman konon juga tengah mendiskusikan kontrak baru dengan manajemen Soton.

Kubu Southampton sendiri tetap optimis Koeman bakal menampik tawaran dari Everton. Tapi rumor lain menyebut bila pelatih berusia 53 tahun itu tengah memikirkan pekerjaan yang lebih menantang.

Dirinya juga dikabarnya memburu posisi Arsene Wenger, yang kontraknya di Arsenal tuntas tahun 2017 mendatang. Sedangkan Everton sudah mengadakan diskusi dengan sembilan calon pelatih anyar, termasuk mantan manajer David Moyes.

Mourinho Kurang Dapat Respek di Madrid

jose mourinho

Kiprah Jose Mourinho di Real Madrid memang tak berakhir indah. Akan tetapi ia masih mendapat pujian tinggi dari bekas anak asuhnya di klub tersebut.

Mourinho menukangi Los Blancos selama tiga musim yang mana dirinya menyumbangkan tiga buah piala salah satunya gelar juara La Liga. Namun menurut Alvaro Arbeloa, yang harus diapresiasi dari The Special One bukan soal gelar namun juga bagaimana dia mengakhiri dominasi Barcelona.

Jika Mourinho tak mengakhiri dominasi Blaugrana, kata Arbeloa, bisa jadi Pep Guardiola masih akan melatih raksasa Katalan itu hingga detik ini.

“Mourinho memiliki kontribusi besar dalam mengakhiri dominasi dari Catalunya,” ujar Arbeloa kepada beIN Sports.

“Ia tak mendapatkan respek karena ini. Namun bila dia tidak datang ke Real Madrid, Pep Guardiola pasti masih memenangi gelar juara bersama Barcelona hingga hari ini,” kata bek yang baru saja melakoni musim terakhirnya bersama Madrid tersebut.

Mourinho walau terkenal sebagai manajer pragmatis, punya catatan apik ketika menangani Madrid. Di musim 2011/2012 kala El Real menjadi juara, mereka mendulang 121 gol, jauh lebih tinggi ketimbang Barca yang saat itu mengemas 114 gol.

Di musim sebeleumnya walau jadi runner-up, Mourinho juga bisa mengantarkan timnya membuat 102 gol, juga lebih banyak dari Barca, yang ketika itu hanya membuat 95 gol.

Madrid Lebih Dijagokan Ketimbang Atletico

real madrid

Pada musim 2013-2014 silam Real Madrid sukses menumbangkan Atletico Madrid di babak final Liga Champions. Pada pertarungan mereka akhir pekan nanti Los Blancos kembali lebih diunggulkan.

Begitulah yang terliat di sejumlah situs taruhan di Eropa jelang duel dua klub ibukota Spanyol itu guna memperebutkan titel Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Sabtu (28/5/2016) mendatang.

Dari statistik yang terlihat dalam situs William Hill, Bwin, dan Ladbrokes, Selasa (24/5/2016) hingga siang tadi yang lebih mengunggulkan Madrid bakal menang lebih banyak daripada yang mengunggulkan Atletico.

Skor 1-0 dan 2-1 lebih banyak dipilih sebagian besar orang, Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann dinilai jadi pemain pertama yang membuat gol bagi timnya.

Di babak final 2014, Real Madrid unggul telak 4-1 lewat babak perpanjangan waktu yang dramatis. Ketinggalan lebih dulu pada menit 36 lewat gol Diego Godin, Madrid selamat dari kekalahan berkat tandukan Sergio Ramos di masa injury time!

Pada masa ekstra time, El Real yang ketika itu dibesut Carlo Ancelotti berhasil menyarangkan tiga gol tambahan lewat Gareth Bale, Marcelo, dan Ronaldo.

Berikut Bursa taruhan final Liga Champions 2016:

Will Hill
Real Madrid 7/5
Atletico 9/4

Bwin
Real Madrid 2,35
Atletico 3,25

Ladbrokes
Real Madrid 8/11
Atletico 11/10

Atletico Tak Berniat Balas Dendam

saul niguez

Saul Niguez membantah anggapan jika Atletico Madrid menghadapi Real Madrid di final Liga Champions dengan niat untuk membalas dendam. Sebaliknya, ini soal menciptakan sejarah.

Andaikan nantinya Atletico keluar sebagai pemenang di final akhir pekan depan, 28 Mei 2016, mereka bakal menjadi kampiun baru yang berarti ini menjadi kali pertama dalam sejarah klub mereka berhasil menjuarai turnamen paling bergengsi antarklub Eropa itu.

Tentang dendam, semua berkaca pada final dua musim lalu. Ketika itu dalam pertandingan yang berjalan di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, Atletico unggul terlebih dahulu tapi kandas 1-4 melalui babak perpanjangan.

Saul membenarkan jika Madrid lebih difavoritkan nanti. Tapi bila mereka memang difavoritkan, El Real harus bisa memperlihatkannya di atas lapangan hijau.

“Bila Real Madrid merupakan tim yang superior, mereka harus menunjukkannya di lapangan,” ujarnya kepada Radio Marca.

“Final di Milan kali ini bukan tentang pertandingan ulangan Lisbon, ini juga tidak terkait dengan balas dendam, ini soal membuat sejarah.”

“Kami sadar bila mereka merupakan sebuah kesatuan yang tangguh. Pertandingan nanti akan sulit, namun kami cuma berpikir tentang cara bagaimana caranya bisa menang,” kata gelandang berusia 21 tahun ini.

Atletico melangkah ke babak puncak usai mendepak Barcelona dan Bayern Munich di babak perempatfinal dan semifinal. Fakta ini membuat peluang mereka dianggap sama kuat dengan Madrid untuk menang di final.

Terlama di Zona Merah, Sunderland Kini Lolos Degradasi

sunderland

sunderland

Sunderland merupakan tim terlama yang menghuni zona merah Liga Primer Inggris musim ini. Namun pada akhirnya mereka mampu selamat.

Klub berjuluk The Black Cats ini sukses menyelamatkan diri dari jurang degradasi usai meraih kemenangan tiga gol tanpa balas atas Everton di Stadium of Light, Kamis (12/5/2016) dinihari WIB. Sebiji gol Patrick van Aanholt dan sepasang dari Lamine Kone memastikan tim mereka tetap bertahan.

Berkat tambahan tiga angka, sekarang mereka berada di peringkat 17 memperoleh angka 38 dari 37 pertandingan. Catatan itu tak bisa lagi terkejar oleh rival terdekat Newcastle United dan Norwich City dengan partai tersisa.

Kedua tim itu hingga kini terpaut empat angka dari Sunderland dan itu mengantarkan mereka turun ke Divisi Championship musim depan. Newcastle dan Norwich mengikuti jejak Aston Villa yang lebih dulu degradasi.

Uniknya, ketimbang tiga rivalnya tersebut dalam pertarungan bertahan di Premier League, justru Sunderland lah yang terlama berada di zona merah. Opta mencatatkan tim besutan Sam Allardyce melewati hampir delapan bulan di tiga terbawah.

Villa merupakan tim kedua yang bercokol di zona itu yaitu 229 hari. Kemudian Newcastle dengan 202 hari dan Norwich hanya 56 hari.

Kesuksesan Sunderland mengindari jeratan degradasi berkat hasil-hasil oke selepas pergantian tahun 2016. Dari 17 pertandingan, mereka cuma menelan empat kekalahan dan lima kali menang.

Hal ini sangat jauh dibandingkan paruh pertama, yang mana mereka menderita 13 kekalahan di 20 pekan dan hanya menang tiga kali. Sang striker andalan Jermaine Defoe menilai dukungan suporter dan semangat para pemain jadi faktor inti kesuksesan mereka.

“Fans kami memberikan dorongan untuk memenangi pertandingan demi pertandingan. Rasanya luar biasa bisa bertahan dan saya gembira,” katanya kepada Sky Sports dikutip BBC.

Bintang Leicester City Dirikan Akademi Sepakbola

jamie vardy

jamie vardy

Striker tumpuan Leicester City, Jamie Vardy, ingin membantu negaranya menciptakan pemain muda berbakat dengan membangun sebuah akademi sepakbola. Pemain yang baru saja mengantarkan timnya juara Liga Primer Inggris ini membuka akademi sepakbola bernama V9.

Dilaporkan oleh Foxsport, Vardy ingin pemain potensial yang tak berasal dari liga bisa mengikuti jejaknya. Disamping itu, Zig Zag Productions bersepakat dengan Vardy untuk membuat film dokumenter soal perkembangan sekolah akademi V9.

Nantinya film dokumenter itu akan diberi judul ‘Jamie Vardy’s Having an Academy’, yang mana film itu nanti dibagi menjadi tiga seri yang tiap serinya berdurasi 60 menit.

Tim bakal mengikuti pemain berusia 24 tahun itu mencari pemain berbakat, serta memberikannya pelatihan profesional yang pas guna membantu pemain muda. Vardy sejatinya punya pengalaman tak mengenakkan sebelum menjadi pemain profesional seperti sekarang ini.

“Saya diberitahu jika postur tubuh saya terlalu kecil dan fisik saya tak siap untuk mendapat beasiswa. Saya tak merasa siapa saja bisa berkata bahwa mereka cukup bagus pada usia 15 atau 16 tahun, saat mereka masih punya tahun demi tahun untuk tumbuh dan berkembang, itulah alasan saya,” kata Vardy.

Ia berharap nanti bisa menemukan seseorang dengan potensi lebih dari biasa-biasa saja. Enam tahun silam, orang di luar sana tak tahuJamie Vardy karena dia cuma tampil untuk tim divisi tujuh Inggris.

Bahkan Vardy terpaksa bekerja di sebuah pabrik guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun kini peruntungannya sudah berbeda. Dia telah mengkoleksi 24 gol, memenangi komptisi Liga Primer Inggris bersama The Foxes dan bersaing dalam gelar top skorer.

Bayern Munich Ikut Buru Miralem Pjanic

Miralem Pjanic

Carlo Ancelotti sudah bersiap-siap menyusun rencana sebelum betul-betul mengarsiteki Bayern Munich musim depan. Dia telah menentukan beberapa pemain buruan untuk memperkuat skuatnya.

Salah satu pemain yang diinginkan Don Carletto adalah gelandang kreatif milik AS Roma, Miralem Pjanic. Seperti dilansir Football Italia, eks pelatih Real Madrid tersebut bahkan sudah menghubungi Pjanic secara langsung.

Pria yang mengantarkan Madrid memenangi Liga Champions dua musim lalu itu melancarkan rayuan maut terhadap Pjanic agar bersedia menerima tawaran Die Roten. Bahkan dirinya sudah memberi garansi di skuat utama untuk pemain asal Bosnia Herzegovina tersebut.

Cukup masuk akal memang karena klub yang bermukim di Allianz Arena itu sedang butuh calon pengganti bagi Xabi Alonso yang penampilannya mulai menurun lantaran termakan usia.

Masalah lain pun puncul, yakni Giallorossi sebagai pemilik sah tentu takkan begitu saja menjual pilar utamanya dengan harga murah. Menurut isu yang beredar, Roma mematok harga sebesar 40 juta euro kepada dimana itu adalah klausul pelepasannya.

Tidak hanya Bayern satu-satunya peminat si pemain. Chelsea yang musim depan mulai dilatih Antonio Conte berniat memakai jasanya.