Prediksi Bola Yaman vs Palestina 14 November 2019

Prediksi Bola Yaman vs Palestina

Prediksi Bola Terlengkap Kualifikasi Piala Dunia antara Yaman vs Palestina akan dilangsungkan hari Kamis, 14 November 2019 pada pukul 22:00 WIB bertempat di Sheikh Ali Bin Mohammed Al Khalifa.

Grup D kualifikasi Piala Dunia zona Asia memperlihat posisi kedua tim yang tidak layak untuk diduduki, pasalnya untuk sementara ini Yaman hanya berbekal pada posisi lima klasemen dan raihan 2 poin yang dimiliki menjadi dasar kekuatan dalam menghadapi kekuatan Palestina.

Di lain sisi, Palestina sekarang berada di peringkat ketiga dengan raihan 4 poin, dan raihan ini memperlihatkan adanya peluang untuk mereka bisa menggeser tim teratas. Dan melihat dari statistik prediksi bola terlengkap hari ini, maka sangat sulit melihat adanya peluang dari Yaman untuk bisa mengatasi perlawanan Palestina.

Terlepas dari pasaran prediksi skor yang menjagokan Palestina, patut juga melihat bagaimana persiapan Yaman dalam menghadapi penekanan yang ada. Berharap bisa meraih kemenangan dikandang sendiri, di prediksi akan menjadi dasar kekuatan mereka untuk bermain menyerang.

Adapun statistik dari kedua tim dibawah ini akan memberikan satu pandangan lebih luas lagi kepada semua pemain sebelum menentukan prediksi skor akhir yang pantas untuk dimainkan.

Head to Head Yaman vs Palestina:

31/07/19 Yaman 0 – 1 Palestina
22/03/17 Yaman 0 – 1 Palestina
18/06/12 Yaman 1 – 2 Palestina
27/09/10 Palestina 1 – 3 Yaman

Lima Pertandingan Terakhir Yaman:

10/10/19 Uzbekistan 5 – 0 Yaman
10/09/19 Yaman 2 – 2 Saudi Arabia
05/09/19 Singapore 2 – 2 Yaman
28/08/19 Oman 1 – 0 Yaman
12/08/19 Iraq 2 – 1 Yaman

Lima Pertandingan Terakhir Palestina:

15/10/19 Palestina 0 – 0 Saudi Arabia
10/09/19 Singapore 2 – 1 Palestina
05/09/19 Palestina 2 – 0 Uzbekistan
11/08/19 Palestina 4 – 3 Syrian
06/08/19 Lebanon 0 – 0 Palestina

Perkiraan Susunan Pemain Yaman vs Palestina:

Yaman: Mohammed Ayash, Mudir Al-Radaei, Al-Gumaei, Boqshan, Mohammed Fuad Omar, Abdulwasea Al Matari, Ali Tawfik, Al-Gahwashi, Jamal Sarhan, Ahmed Al Sarori, Ahmed Abdulrab.

Palestina: Rami Hamada, Abdelatif Al Bahdari, Musab Al-Batat, Mohammed Saleh, Alexis Norambuena, Abdullah Jaber, Tamer Seyam, Nazmi Albadawi, Mohammed Bassim, Khaled Salem, Mahmoud Wadi.

Bek Ini Sangat Beruntung Bisa Tampil di Piala Dunia 2018

Bek Ini Sangat Beruntung Bisa Tampil di Piala Dunia 2018

Bek penyebab kekalahan Manchester United dalam drama Final Piala FA, Phil Jones, dianggap sangat beruntung bisa masuk ke Skuat Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2018. Padangan ini dibenarkan oleh mantan pemain Liverpool, Danny Murphy.

Penanggung jawab Timnas Inggris, Gareth Southgate, belum lama ini merilis skuat final Three Lions, yang akan berangkat ke Rusia. Dari 23 nama pemain yang ada, sosok Phil Jones berada di tengah-tengah bek ternama macam Garry Cahill, dan Chriss Smalling.

Kepastian Jones masuk ke skuat Inggris sempat menghadirkan pro dan kontra dari kalangan publik sendiri. Pasalnya sang bek baru saja melakukan blunder fatal di final FA Cup sehingga timnya harus menyerahkan trofi bergengsi tersebut kepada Chelsea.

Murphy pun beranggapan bahwa bek tinggi besar milik Manchester United tersebut sangat beruntung bisa mendapatkan kepercayaan dari sosok pelatih Southgate.

“Secara keseluruhan Gareth sudah melakukan hal yang tepat, namun saya rasa Phil Jones beruntung bisa masuk dalam pilihan skut Inggris. Saya rasa seharusnya James Tarkowski yang masuk. Dia memainkan musim yang luar biasa dan dia seharusnya bisa masuk ke dalam skuat itu lebih dulu.” demikian pernyataan singkat Murphy.

Di Piala Dunia 2018 nanti, Inggris tergabung di fase Grup G. Laga perdana mereka akan dimainkan melawan Tunisia, pada tanggal 19 Juni 2018. Setelah ini, Harry Kane dan kawan-kawan akan berebut satu tiket ke babak 16 besar melawan Belgia, dan Panama.

Inggris sendiri akan tergabung di grup G pada fase grup Piala Dunia 2018 mendatang. Mereka akan bersaing dengan Belgia, Panama dan Tunisia untuk memperebutkan satu tiket ke babak 16 besar.

Messi Bicara Soal Keputusannya Pensiun

lionel messi

Lionel Messi baru saja melakoni comebacknya di tim nasional Argentina. Messi menegaskan keputusannya pensiun yang sempat dia lontarkan memang benar-benar keinginannya.

Megabingang milik Barcelona itu menjadi pahlawan kemenangan Argentina ketika mengalahkan Uruguay dengan skor tipis 1-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan, yang berakhir pagi ini (2/9/2016).

Itu merupakan laga perdana Messi usai memutuskan bakal bermain kembali untuk negaranya yang terucap cuma beberapa waktu usai Argentina kalah dari Chile di final Copa America Centenario akhir Juni silam.

Kekalahan itu merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun yang diterima La Albiceleste di turnamen besar. Sebelumnya, Argentina tumbang di tangan Jerman pada final Piala Dunia 2014, kemudian tunduk dari Chile di final Copa America setahun kemudian.

Tak bisa dipungkiri, keputusan La Pulga menyudahi karier di level internasional membuat publik Argentina dan dunia gempar. Sampai akhirnya, manajer anyar Argentina Edgardo Bauza berbicara dengan pemain terbaik dunia lima kali itu dan kembali masuk dalam skuat Tim Tango.

“Aku meras sangat senang dan berterima kasih (kembali ke tim nasional),” ungkap Messi kepada TV Publica, yang diwartakan Soccer Way. “Namun aku tak berniat menipu siapapun saat aku pensiun, aku memang menginginkannya.”

“Kami merasa sangat kecewa dengan semua yang telah terjadi, namun sesudah itu aku berpikir dengan lebih baik.”

“Aku sempat bertemu dengan pelatih Paton [Bauza] dan orang-orang juga menemaniku untuk melaluinya,” imbuh pesepakbola 29 tahun ini.

Ketimbang Cetak Gol, Neymar Lebih Banyak Dapat Kartu Kuning

neymar

Di Barcelona Catatan gol Neymar Jr ternyata berbanding terbalik dengan di timnas Brasil. Neymar tergolong produktif di La Liga musim ini dengan mencetak 21 gol di Barcelona. Namun, sejak 2015, Neymar justru lebih banyak menyumbang kartu kuning ketimbang mencetak gol di Timnas.

Lima buah kartu kuning telah diterimanya dari 10 pertandingan yang telah dimainkannya dan Neymar hanya mampu mencetak empat gol semenjak 2015. Terakhir dia mendapatkan kartu kuning ketika Selecao bermain imbang atas Uruguay dengan skor 2-2, pada lanjutan babak Kualifikasi zona Conmebol Piala Dunia 2018, pada hari Jumat, 25 Maret 2016.

Pada menit ke 64, Neymar diganjar kartu kuning, atas aksinya yang menekel Alvaro Gonzalez. Tak hanya mendapat kartu kuning kelima, Neymar pun mendapat sanksi skorsing satu pertandingan, yaitu ketika melawan Paraguay yang digelar di Defensores del Chaco pada Rabu, 30 Maret 2016.

Media Brasil yang menelusuri lebih jauh menyebutkan, bahwa sejak Dunga mengambil alih Brasil untuk yang kedua kalinya, Neymar telah mendapat kartu kuning lebih banya dibanding mencetak gol. Lima partai resmi telah dihilangkan oleh ikon Barcelona tersebut.

Ditelusuri lebih jauh, media Brasil menyebutkan Neymar mendapat kartu kuning lebih banyak dari gol sejak Dunga mengambil alih Brasil untuk kedua kalinya. Ikon Barcelona itu telah kehilangan lima partai resmi.

Jumlah tersebut belum termasuk kartu merah yang didapatkannya saat menelan kekalahan atas Colombia dengan skor 0-1 pada Copa America 2015 yang digelar pada 17 Juni 2015. Kartu merah tersebut juga membuat ia mendapat empat larangan pertandingan. Neymar mendapat kartu merah setelah dia menendang bola ke Pablo Armero sebelum menanduk Jeison Murillo usai Enrique Osses, sang wasit meniup pluit panjang yang bertanda pertandingan berakhir.

Banyak dugaan yang menyatakan jika Neymar sengaja mendapat kartu kuning agar dapat berhenti mengikuti pertandingan internasional. Dan memiliki waktu istirahat banyak agar dapat tampil segar ketika tampil di pertandingan Barcelona melawan Real Madrid di El Clasico.

Kolombia Menang atas Bolivia

bolivia vs kolombia

Pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona CONMEBOL, Kolombia memenangin pertandingan dengan susah payah. Kolombia menang tipis melawan Bolivia dengan skor 2-3. Sementara pertandingan lainnya Ekuador terhenti usai diimbangin 2-2 oleh Paraguay. Dalam pertandingan kali ini, Kolombia sebenarnya tampil dalam tekanan Bolivia. Bolivia sangat mendominasi pertandingan ini.

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh Soccernet mencatat Bolivia melakukan 22 kali tendangan, 10 kali tendangan mengarah ke arah gawang yang memaksa David Ospina kerja keras untuk menyelamatkan gawangnya dari serangan-serangan Kolombia. Sementara, Kolombia cuma menghasilkan tujuh peluang dimana lima tendangan mencapai sasaran. Dalam penguasaan bola, Kolombia kalah dengan Bolivia. Kolombia menguasai 34% dan Bolivia menguasai 66%.

Biarpun Bolivia mendominasi permainan, tetapi Kolombia berhasil mencetak gol pertama melalui James Rodriguez pada menit ke-10. Gol tercipta berawal dari umpan terarah dari Carlos Bacca diarahkan ke arah James Rodriguez dari dalam kotak penalty. James Rodriguez langsung menendang dengan sangat keras dan menembus gawang Romel Quinonez

Pada menit ke-41, Kolombia berhasil menggandakan keunggulan melalui Carlos Bacca. Gol tercipta berawal dari umpan James Rodriguez diarahkan secara akurat oleh Carlos Bacca. Dengan mudahnya, tendangan kaki kiri Carlos Bacca mengarah ke arah gawang.

Memasuki babak kedua, Bolivia memperkecil ketertinggalan pada menit ke-50 melalui tendangan penalty yang dilakukan oleh Juac Arce. Gol tercipta berawal dari kesalahaan Bek Klolombia yang melakukan hand balls d dalam kotak penalty. Kedudukan berubah menjadi 1-2. Setelah gol dari penalty, Bolivia bangkit dan berhasil menggandakan keunggulan melalui umpan yang diberikan dari sisi kiri berhasil diantisipasi oleh Alejandro Chumacero. Lalu dia membawa sampai dekat di Luar Kotak Penalty. Dan langsung melakukan tendangan yang sangat keras dari luar kotak penalty. Kedudukan berubah menjadi 2-2.

Pada menit-menit terakhir, kolombia berhasil unggul melalui Edwin Cardona. Gol tercipta berawal dari serangan balik yang cepat. Dengan cepat, Marlos Moreno berhasil memberikan umpan terarah ke Edwin Cardona. Dengan tendangan bola voli, dia berhasil menjebol gawang Bolivia. Kedudukan berubah menjadi 2-3 untuk kemenangan Kolombia.

Sampai pertandingan selesai, tidak ada gol yang tercipta. Kedudukan berubah menjadi 3-2. Dengan kemenangan atas Bolivia, Kolombia naik ke posisi enam dengan perolehaan nilai tujuh point dari lima laga yang sudah berlangsung. Sementara itu, Bolivia berada di posisi kedelapan dengan perolehaan nilai tiga poin.